Home / Berita / PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID 19 DI PROVINSI RIAU

PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID 19 DI PROVINSI RIAU

Diposkan Oleh : Admin | Tanggal : 05 Juli 2021 | Kategori : Berita


Bagikan Berita :


Dunia pendidikan terdampak imbas sangat besar di masa pendemi ini, sekolah tatap muka langsung belum dibolehkan, karena kita harus turut memutus wabah mata rantai virus covid19 , jangan sampai terkena pada generasi penerus bangsa. Banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pendidikan di masa pandemi ini. Pandemi Covid 19 di Indonesia menuju tahun kedua dan tentunya termasuk di Provinsi Riau,saat ini kondisinya belum mampu dikendalikan secara signifikan oleh segenap pemangku kepentingan, antara lain

Peran Guru

Guru dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran secara daring, sehingga anak anak tidak jenuh dalam menerima pembelajaran tersebut, bagaimana tingkat pemahaman anak atas materi materi yang telah diberikan secara daring, melalui dialog interaktif antara guru dan anak, menimbulkan tingkat pemahaman anak atas materi yang baik.

Peran Anak

Anak dituntut untuk selalu mengikuti daring dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam pembelajaran tersebut secara tuntas. Anak harus belajar secara virtual, di mana dialog interaktif antara guru dan anak tidak semudah kalau secara tatap muka. Tingkat pemahaman anak atas materi yang diberikan tentulah berbeda beda, banyak yang tingkat pemahaman kurang, karena ketidaksungguhan dalam proses pembelajaran. Ada dan tidak adanya orangtua tahu lainnya  yang melakukan pendampingan. Di samping itu fasilitas anak yang dimiliki dari berbeda beda seperti Jenis handphone, jenis laptop, provider yang digunakan dan jumlah kuota yang dimiliki.

Peran Orangtua

Orangtua di saat pembelajaran daring sangat diperlukan oleh anak, terutama pada anak-anak tingkat SD, orang tua dituntut untuk dapat menjelaskan apa yang dijelaskan oleh pengajar, dan dapat membantu mengerjakan tugas pekerjaan rumah anak-anak. Peran penting orangtua lainnya yang sangat penting memberikan   fasilitas seperti handphone, laptop, internet, kuota dan bahan-bahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini memicu kesenjangan karena di saat pandemic ini banyak sekali pemutusan hubungan kerja di kalangan buruh, pemotongan gaji karena dampak pandemi dan berkurangnya penghasilan bagi pelaku UMKM. Jangankan untuk memberikan fasilitas pendidikan, untuk makan saja sulit. Dengan demikian, ketika anak tidak bisa mengikuti pembe;ajaran, sehingga menimbulkan keputusaasaan dan menimbulkan putus sekolah.

Peran Pemerintah.

Peran pemerintah sangat penting dalam memberikan kualitas pendidikan kepada anak bangsa, karena pendidikan adalah kunci dari kenberhasilan sumber daya manusia suatu Negara. Di tangan anak-anaklah ke depannya kita bisa menjadi maju.

Peran Pemerintah di sini, bagaimana dapat memberikan handphone ataupun laptop kepada anak-anak yang orangtuanya kurang mampu, memberikan kuota kepada anak-anak sekolah dan memberikan dana lebih untuk kebutuhan pokok sehari-hari atas keluarga yang kurang mampu akibat dirumahkan, pemutusan hubungan kerja, pelaku UMKM yang mengalami keterpurukan dan saat ini pun nelayan bersedih karena harga ikan menurun, sementara tangkapan ikan pun menurun.

Dalam memberikan dana tersebut, Pemerinah sangat selektif, agar dana-dana tersebut dapat tepat sasaran dan efektif sampai kepada yang memang benar-benar memerlukan.

Khusus di bidang pendidikan, Pemerintah berupaya memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik yang ada serta merekrut tenaga tenaga pendidik yang berkualitas. Tidak kalah penting Pemerintah memberikan fasilitas media pembelajaran untuk tenaga pendidik, sehingga walau di masa pandemi tetap menghasilkan pendidikan yang berkualitas, tercipta generasi unggul penerus bangsa seperti sudah berkolaborasi dengan Rumah Belajar serta pengaktifan akun pembelajaran yang banyak manfaatnya untuk pembelajaran bagi peserta didik melaui Pusdatin Kemdikbud Ristek RI.

Karena masa depan Indonesia yang lebih baik adalah imbalan yang pantas dalam upaya turut mencerdaskan kehidupan bangsa seperti Program Kihajar (Kita Harus Belajar).

Namun ada yang berbeda pada kegiatan Kihajar di masa pandemi ini, kegiatan dilaksanakan secara virtual/daring, tidak ada tatap muka pada hari mengajar, seluruh Duta Rumah Belajar perlu kreatif dalam membawa suasana kegiatan belajar mengajar secara daring, pada kegiatan ini. Program Kihajar membuka pendaftaran bagi sekolah yang ingin berkolaborasi di Pusdatin Kemdikbud ristek agar Duta Rumah Belajar (DRB) dapat memberi cara mengajar kepada Guru di sekolahnya,  melibatkan jenjang SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat, baik swasta maupun negeri di seluruh Indonesia.

Keberhasilan Program Kihajar ini haruslah mendapat dukungan dari kita semua insan Pendidikan. Semoga sukses Kegiatan Kihajar dan dapat memeberikan hasil yang baik khusus di Provinsi Riau. Semoga pandemi Covid19 segera berlalu dan masalah-masalah kehidupan berbangsa dan bertanah air dapat berjalan kembali secara normal dalam segala bidang. (Bowo Wahyono,03/07/2021).