PENDIDIKAN BERMUTU
Diposkan Oleh : Admin | Tanggal : 28 September 2018 | Kategori : Berita
Bagikan Berita :
Pendidikan yang berbobot merupakan keniscayaan di sekolah. Pembekalan guru agar memahami secara komprehensif materi pelajaran beserta pemilihan metode agar yg sesuai dengan situasi di setiap kelas mendesak dilakukan.
"Pemerataan mutu pendidikan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi kasar di setiap jenjang pendidikan, tetapi juga memastikan siswa di sekolah mendapat pembelajaran yang sesuai dengan target kurikulum," kata Ketua Tim penelitian untuk meningkatkan sistem pendidikan (RISE) yang dilakukan lembaga penelitian Smeru, Sudarno Sumarto, Sudarmo mengatakan hal itu dalam diskusi mengenai hasil penelitian RISE Smeru tahun 2017 di Jakarta.
RISE Merupakan program yang disponsori pemerintah memajukan pendidikan di negara-negara berkembang. Terdapat enam negara tempat program dilaksanakan selama lima tahun, yaitu Indonesia, India , Etiopia, Vietnam, Pakistan, dan Tanzania. Di Indonesia, RISE Dilaksanakan lembaga riset Smeru dari 2017 hingga 2022.
Sebagai langkah awal, RISE Smeru mengevaluasi kemampuan masyarakat Indonesia dalam kelompok umur 8 tahun, 18 tahun, dan 28 tahun, Soal-soal yang digunakan berasal dari Survei Kehidupan Keluarga Indonesia (IFLS) yang dikeluarkan oleh Rand Corporation, Sebuah lembaga penelitian pendidikan nirlaba dari Amerika Serikat. Mereka rutin melakukan IFLS setiap tujuh tahun sekali, yakni pada 2000, 2007, dan 2014.
Survei tersebut menggunakan soal-soal matematika dasar, seperti penjumlahan bilangan ratusan dan pecahan yang merupakan materi kelas V SD. Sampelnya mempersentasikan 83 persen penduduk Indonesia. Hasilnya, hanya 51,2 persen peserta berusia delapan tahun yang bisa mengerjakan soal. Untuk golongan Dewasa dari kelompok usia 18 tahun hanya 66 persen yang bisa mengerjakan soal dan dari kelompok usia 28 tahun malah hanya 55 persen yang lulus ujian.
''Artinya, pembelajaran di sekolah belum bisa memberi kemampuan numerasi dan literasi yang memadai," ucap Sudarmo Turut hadir berbagai pakar dan pegiat pendidikan dalam diskusi itu. Ketua Tim Program Kiat Guru Dewi Susanti mengatakan, hasil pembelajaran dari guru yang sudah menerima tunjangan kinerja tidak membaik, Susanti sudah melakukan intervasi di kalimantan dan Nusa Tenggara Timur
Selain itu, masih ditemukan kasus guru-guru yang mangkir