Tanggal: 04 Feb 2020 | Jam: 03:13:52

Tiga Siswa SMKN Pertanian Riau Sukses Ciptakan Alat Penjernih Udara



Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Pertanian Terpadu Riau berhasil menciptakan alat penjernih udara yang dapat menyaring polusi.

Alat tersebut dibuat tiga siswa SMKN Pertanian Terpadu yakni Alfahrizi, Mimi Nurvita dan Arti Sintia, dengan memanfaatkan tanaman sansevieria atau lidah mertua dan batu zeolit yang dikemas menjadi sebuah inovasi.

Alat penyaringan polusi udara yang diberi nama Envri Solution Filter tersebut, juga berhasil menjuarai lomba karya tulis Pekan Raya Biologi 2020 yang dilaksanakan oleh Universitas Riau beberapa waktu lalu.

Salah satu siswa peneliti Mimi menerangkan, alat Enveri Polution Filter ini mampu meminimalisir polusi udara dan udara yang dihasilkan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dia mengatakan, alat tersebut sudah ujicoba di laboratorium pusat pengembangan pembangunan ekoregion Sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkedudukan di Pekanbaru.

"Hasilnya, alat yang kami temukan ini mampu menurunkan kandungan polutan yang mengandung NO2 setelah diuji menggunakan parameter IM Finger," katanya memaparkan hasil karyanya di hadapan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau Rudyanto, Senin (3/2/2020) di kantor Disdik Riau.

Mimi menjelaskan, bahwa alasan mereka menciptakan alat tersebut yakni karena melihat saat ini polusi udara merupakan masalah utama yang menyebabkan gangguan kesehatan. Baik yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan dan akibat kendaraan bermotor.

"Atas dasar itu kami tertarik membuat alat penyaring polusi udara yang sederhana ini. Kami harap, alat ini bisa memberi solusi untuk mengantisipasi masalah polusi udara dan menciptakan udara yang bersih dan baik untuk kesehatan," sebutnya.

Mimi menjelaskan, selain dua bahan baku penjernih udara tersebut, bahan lainnya ynag digunakan untuk membuat alat ini juga tergolong mudah didapat. Seperti kardus, botol bekas air mineral, kipas angin DC, dinamo, batu baterai, stop kontak mini dan juga kain kasa.

"Cara kerja alat ini dengan menyerap polusi udara dari kipas angin DC, lalu menuju filter yang ada di dalam," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Rudyanto mengatakan, pihaknya mendukung penelitian yang dilakukan para siswa SMK Pertanian tersebut.

Apalagi alat yang diciptakan mampu mengatasi polusi udara, karena di Riau kerap terjadi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya.

"Kami mendukung para siswa yang kreatif dalam menciptakan alat-alat yang bermanfaat. Ini sebuah karya yang luar biasa," katanya.

Untuk itu, Rudy berpesan ke depan agar alat ini bisa terus dikembangkan, jika perlu bisa diproduksi secara massal sehingga bisa dimanfaatkan lebih luas.

Tak hanya itu, Rudy juga menyarankan agar para siswa dapat mencari pontensi daerah yang bisa dijadikan bahan baku alat tersebut.

"Kalau bisa kita manfaatkan potensi daerah sebagai bahan baku alat ini. Misalnya cari batu yang senyawa dengan batu zeolit. Karena kalau kita produksi massal akan sulit mencari batu itu. Tadi informasinya batu zeolit itu banyak di pulau Jawa," jelasnya.

Kemudian Rudy juga berharap alat itu dapat dikemas sebaik mungkin, sehingga memiliki nilai ekonomis.

"Tolong ibu Kepsek dan pembimbing saya pesan agar siswa kita terus dibina. Jangan sampai karya anak kita sampai di sini saja, tapi lebih dikembangkan lagi," pesannya.

Kepala SMKN Pertanian Terpadu Riau, Sudarti menyatakan siap membimbing para siswa pembuat alat penyaring udara untuk mengembangkan karyanya.

"Apa yang menjadi saran dan ide pak Kadis tentu ini akan kita tindaklanjuti. Karena kami di SMKN Pertanian punya motto tidak ada hari tanpa karya," katanya.

Berita Lainnya

Ujian Nasional Mulai 2 April 2018

Tanggal: 15 Mar 2018

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) akan dimulai tanggal 2 April 2018. Minggu pertama ujian untuk SMK, minggu kedua untuk SMA, sedangkan UN bagi SMP akan digelar pada minggu keempat. Setelah...


Kuota Jalur Zonasi PPDB SMA Penuh, Ini Solusi Disdik Riau

Tanggal: 04 Jul 2019

Hari kedua pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK se-Riau dengan sistem zonasi, sedikitnya ada 38 pengaduan yang diterima Dinas Pendidikan (Disdik) Riau hari ini. Dimana...


Kunjungan kerja Kadisdik Riau ke Kabupaten Kampar

Tanggal: 06 Nov 2018

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Rudyanto beserta Pejabat Eselon III dan IV berkunjung ke Kabupaten Kampar tepatnya di SMKN 1 bangkinang dan SMAN 1 bangkinang. Kegiatan pagi diawali dengan...


Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD Tingkat Provinsi Riau

Tanggal: 24 Jul 2018

Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Bidang Pendataan membuka secara resmi kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru yang dilaksanakan pada...


AGENDA KEPALA DINAS

Copyright ©2019 IT Dinas Pendidikan Provinsi Riau